27 Agustus 2007)Jakarta, 27/8/2007 (Kominfo Newsroom) – Mahasiswa Pertanian Seluruh Indonesia (MPSI) menekankan pentingnya kerjasama semua pihak dalam memajukan pertanian di seluruh Indonesia. ”Kita sama-sama membangun pertanian. Pertanian bukan hanya masalah antar departemen, bukan hanya masalah antar mahasiswa, tapi merupakan sinergi dari seluruh masyarakat,” kata salah satu dari sepuluh orang perwakilan anggota MPSI, Al Qudsi Angelia, usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Presiden di Jakarta, Senin (27/8). Para perwakilan MPSI tersebut bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden untuk menyampaikan beberapa masukan serta pandangan dari mahasiswa pertanian seluruh Indonesia dalam upaya membangun pertanian di Indonesia. Qudsi mengatakan, masalah utama yang harus diperhatikan bangsa Indonesia adalah mengenai ketahanan pangan dan diperlukan upaya terus-menerus untuk melakukan diversifikasi pangan. Mahasiswa pertanian seluruh Indonesia akan selalu ada untuk mendukung program-program pemerintah dalam hal pertanian. “Kami juga minta dukungan baik dari Presiden dan semua pihak. Kami bekerja sama agar pembangunan pertanian menuju arah yang lebih baik,” kata Qudsy kepada para wartawan. Sementara seorang perwakilan lainnya, Suratmo, mengatakan MPSI telah menyampaikan beberapa masukan kepada pemerintah, di antaranya mengenai pengolahan sumber daya alam, penurunan motivasi petani, pengembangan infrastruktur pedesaan, kebijakan impor komoditas dan investasi di sektor pertanian. “Kami memberikan solusi dan masukan dari pandangan kami sebagai mahasiswa. Kami akan selalu ada bagi pemerintah untuk membantu dan bekerja sama dengan pemerintah,” ujar Suratmo. Sementa Menteri Pertanian Anton Apriyantono yang mendampingi Presiden Yudhoyono dalam pertemuan dengan para mahasiswa itu menilai masukan MPSI itu sangan konstruktif dan menyambut baik masukan tersebut. “Kami gembira bahwa mereka sangat berkomitmen untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan pertanian Indonesia,” katanya. (T.Ys/Kus/toe